Apa Itu HIV AIDS, Bagaimana Kita Tahu Jika Terkena AIDS? | ADDY SUMOHARJO BLOG

Apa Itu HIV AIDS, Bagaimana Kita Tahu Jika Terkena AIDS?

60 juta penduduk dunia terinfeksi HIV. 21 juta diantaranya telah meninggal dunia. HIV ditemukan paling banyak di usia 15-29 tahun. Diperkirakan 25 juta anak-anak akan menjadi yatim piatu di tahun 2017 karena HIV/AIDS.

Epidemi AIDS di Indonesia sudah berlangsung hampir 20 tahun namun diperkirakan masih akan berlangsung terus dan memberikan dampak yang tidak mudah diatasi. Menurut estimasi nasional tahun 2006 di Indonesia terdapat 196.000 sampai 216.000 orang tertular HIV, dan akan menjadi satu juta orang dalam 10 tahun kalau kita tidak melakukan upaya penanggulangan yang serius serta didukung oleh semua pihak.
 
Di Jawa Barat, diperkirakan 23.000 orang terinfeksi HIV. 14.000 dari kalangan pengguna narkoba suntik. Ingat, setiap detik ada satu orang di antara kita terinfeksi.
 
Akibat suka berhubungan seks bebas dan berganti-ganti pasangan, sebanyak 40 % dari hampir 1.000 orang Pekerja Seks Komersial (PSK) di tiga lokalisasi prostitusi liar di wilayah Kabupaten Tangerang mengidap penyakit seks menular. Enam orang diantaranya positif mengidap HIV/AIDS.

Enam pegawai negeri sipil di lingkungan pemerintah Kota dan Kabupaten Bekasi mengidap HIV/AIDS. mereka terinfeksi melalui jarum suntik narkotik. Keenam pegawai yang terinfeksi HIV/AIDS adalah pemakai narkoba jarum suntik yang berlangsung 5-10 tahun.
 
Penderita HIV/AIDS di Sulawesi Tengah (Sulteng) meningkat 8,33 %. Jika pada Juli 2007 hanya 44 orang, akhir November bertambah menjadi 48 penderita. Penderita sebagian besar merupakan kelompok berisiko tinggi seperti pekerja seks komersial, pengguna narkoba dan mereka yang senang ganti-ganti pasangan (pelaku seks bebas). Usia mereka rata-rata masuk kategori produktif, yakni antara 20-35 tahun. Sementara lokasi persebaran sudah merata di seluruh Sulteng, tapi yang terbanyak berada di kota Palu.

Dalam sebuah rumah berdinding semen dan berkamar tiga di Sorong, Papua Barat, impian Angelina pun perlahan memudar. Dulu, ia pernah bercita-cita ingin menjadi polisi wanita. ”karena saya melihat mereka membantu dan melindungi orang”, ujar Angelina. Namun, sudah lama impian itu sirna. Pada Juni 2002, suaminya yang bekerja sebagai ahli mekanik meninggal. Baru pada bulan Oktober ia tahu penyebabnya. Belum juga hilang kesedihannya, perempuan 21 tahun itu diberitahu bahwa ia terinfeksi HIV. Kemungkinan besar suaminya terjangkit virus itu dari pekerja seks. Angelina hanya salah satu korban yang polos dan tidak tahu menahu tentang HIV di Indonesia. Ia hanya orang biasa yang bahkan tidak pernah melakukan tindakan berisiko tetapi tertular oleh orang yang berkelakuan tidak baik.
 
Fenomena penyebaran HIV dan AIDS lebih mengejutkan manakala dalam Konferensi Internasional ke-16 yang berlangsung di Toronto, Kanada, 13-18 Agustus 2006 silam, diketahui bahwa setiap hari sekitar 8.000 jiwa meninggal karena AIDS dan 13.000 lainnya terinfeksi HIV. Apabila hal ini dibiarkan, para peneliti memprediksi bahwa pada tahun 2025 mendatang akan terdapat 100 juta jiwa yang terjangkit HIV.

Apakah artinya ‘AIDS’?
AIDS adalah penyakit mematikan yang sampai sekarang belum ada vaksin pencegahnya, walaupun memang sudah ada standar penanganannya. Berbagai faktor yang mempengaruhi adalah kesehatan, fungsi kekebalan, layanan kesehatan, dan infeksi lain. AIDS diperkirakan muncul di Afrika Sub-Sahara pada abad ke-20 dan sekarang telah menjadi wabah global.
 
AIDS bukanlah penyakit bawaan, namun merupakan penyakit menular, yang bisa ditularkan dengan berbagai cara, yaitu : jalur seksual, jalur darah atau produk darah yang terutama mengancam pemakai narkoba, dan jalur ibu-anak dengan penularan pada minggu-minggu terakhir kehamilan dan saat persalinan. Seperti halnya dalam menghadapi situasi krisis lainnya, terinfeksi HIV merupakan peluang untuk segera bertaubat dan bersimpuh sujud kepada Maha Pencipta, dalam mencari makna hidup. Bila Anda positif terinfeksi HIV, Anda memikul tanggung jawab moral untuk secara jujur memberitahukan kepada istri atau suami. Dokter, perawat, petugas laboratorium, petugas transfusi darah, atau siapa pun yang mempunyai tertular HIV dari Anda.

AIDS adalah kependekan dari ‘Acquired Immune Deficiency Syndrome’. Acquired berarti didapat, bukan keturunan. Immune terkait dengan sistem kekebalan tubuh kita. Deficiency berarti kekurangan. Syndrome atau sindrom berarti penyakit dengan kumpulan gejala, bukan gejala tertentu. Jadi AIDS berarti kumpulan gejala akibat kekurangan atau kelemahan sistem kekebalan tubuh yang dibentuk setelah kita lahir.

AIDS disebabkan oleh sebuah virus yang disebut HIV atau Human Immunodeficiency Virus. Bila kita terinfeksi HIV, tubuh kita akan mencoba menyerang Sistem kekebalan tubuh kita akan membuat ‘antibodi’, molekul khusus yang menyerang HIV itu.

Tes darah untuk HIV mencari antibodi itu. Jika ada antibodi itu di darah kita, berarti kita terinfeksi HIV. orang yang mempunyai antibodi terhadap HIV disebut ‘HIV-positif’. Kalau kita HIV-positif, atau mempunyai penyakit HIV, itu tidak sama dengan kita AIDS. Banyak orang adalah HIV-positif tetapi tidak menjadi sakit selama bertahun-tahun. Semakin lama kita terinfeksi HIV, semakin rusak sistem kekebalan tubuh kita. Virus, parasit, jamur dan bakteri yang biasanya tidak jadi masalah buat kita dapat menyebabkan penyakit jika sistem kekebalan tubuh rusak. Penyakit ini disebut ‘Infeksi Oportunistik’ (IO)

Bagaimana kita dapat terkena AIDS?
Sebetulnya kita tidak ‘kena’ AIDS. Kita mungkin terinfeksi HIV, dan kemudian mengembangkan AIDS. Kita dapat tertular HIV dari siapapun yang sudah terinfeksi, walaupun orang itu tidak kelihatan, bahkan dengan hasil tes HIV yang tidak positif. Darah, cairan vagina, air mani dan air susu ibu seseorang yang terinfeksi HIV mengandung cukup virus untuk menularkan kepada orang lain. Sebagian besar orang tertular HIV melalui :
  • Berhubungan seks dengan seorang yang terinfeksi
  • Memakai jarum suntik bergantian dengan seorang yang terinfeksi
  • Terlahir dari ibu yang terinfeksi, atau disusui oleh perempuan yang terinfeksi

Dulu ada yang tertular HIV melalui tranfusi darah yang mengandung HIV (diambil dari seorang yang terinfeksi HIV), tetapi sekarang darah PMI diskrining secara sangat hati-hati, dan risiko sangat rendah. Belum ada kasus HIV ditularkan melalui air mata atau air ludah. Namun HIV bisa menular melalui seks oral (hubungan seks melalui mulut), bahkan dengan ciuman dalam. Walapun jarang, ini terutama terjadi jika ada luka terbuka pada mulut atau gusi berdarah.
 
Awal 2003, Depkes memperkirakan ada 90.000-130.000 orang di Indonesia yang terinfeksi HIV. namun pada akhir Maret 2005, hanya ada 6.789 kasus dilaporkan oleh Depkes, dengan 3.121 sudah sampai ke stadium AIDS dan 776 sudah meninggal dunia.

Apa yang terjadi bila kita HIV Positif?
Kita mungkin tidak tahu bahwa kita baru terinfeksi HIV. beberapa orang mengalami demam, sakit kepala, otot dan sendi yang sakit, sakit perut, kelenjar getah bening yang bengkak, atau ruam pada kulit selama satu atau dua minggu - kurang lebih 2-3 minggu setelah tertular. Gejala ini biasanya hilang tanpa diobati. Kebanyakan orang merasa ini flu. Bebarapa orang tidak mengalami gejala apa pun.

Virus akan menggandakan diri dalam tubuh kita untuk beberapa minggu atau bahkan bulan sebelum sistem kekebalan tubuh menanggapinya. Selama masa ini, hasil tes HIV tetap negatif walaupun kita sudah terinfeksi dan bisa menularkan kepada orang lain.

Waktu menanggapi virus, sistem kekebalan tubuh mulai membuat antibodi. Setelah cukup banyak antibodi dibuat, hasil tes HIV akan menjadi positif. Setelah gejala serupa dengan flu (jika itu terjadi), kita akan tetap sehat bertahun-tahun – beberapa orang tidak mengalami gejala untuk sepuluh tahun atau lebih. Namun selama masa tanpa gejala ini, HIV terus merusakan sistem kekebalan tubuh kita.

Satu cara untuk mengukur kerusakan pada sistem kekebalan tubuh adalah dengan menghitung jumlah sel CD4. sel ini adalah bagian penting dari sistem kekebalan tubuh. Orang yang sehat mempunyai kadar CD4 antara 500 dan 1.500. tanpa terapi, kadar CD4 kita kemungkinan akan turun. Kita mungkin mengalami gejala penyakit HIV, misalnya demam, keringat malam, diare, atau kelenjar getah bening bengkak. Gejala ini bertahan lebih dari beberapa hari, kemungkinan selama beberapa minggu.

Bagai mana kita tahu kita terkena AIDS?
Penyakit HIV menjadi AIDS waktu sistem kekebalan tubuh kita begitu rusak sehingga kadar CD4 kita kurang dari 200, atau persentase CD4 (CD4 %) di bawah 14%, kita AIDS. Bila kita mengalami IO tertentu, kita AIDS. Depkes secara resmi mengeluarkan daftar IO yang mendefinisikan AIDS. Yang paling umum adalah:
  • PCP, semacam infeksi paru
  • KS, kanker kulit
  • CMV (sitomegalovirus), infeksi yang biasanya mempengaruhi mata.
  • Kandidiasis, infeksi jamur dalam mulut atau vagina.
Penyakit lain terkait AIDS termasuk kehilangan badan yang parah, dan masalah kesehatan lain. jika tidak diobati, IO dapat gawat.
 
AIDS adalah lain dalam setiap orang, ada orang yang meninggal dunia beberapa bulan setelah terinfeksi, bahkan yang lain dapat hidup cukup sehat selama bertahun-tahun, bahkan setelah mereka dianggap AIDS. sebagian kecil orang tetap sehat bertahun-tahun bahkan tanpa memakai terapi antiretroviral.

Related Posts

0 Response to "Apa Itu HIV AIDS, Bagaimana Kita Tahu Jika Terkena AIDS?"

Posting Komentar